Kenalan Sama Michelangelo, Yuk!

Michelangelo di Lodovico Buonarroti Simoni atau lebih dikenal sebagai Michelangelo adalah pematung, pelukis, arsitek, dan penyair asal Italia, yang memberikan pengaruh yang tak tertandingi pada perkembangan seni Barat.

Keserbagunaan artistiknya sangat tinggi sehingga ia sering dianggap sebagai pesaing untuk gelar pria arketipe Renaissance, bersama dengan saingannya, sesama Florentine, Leonardo da Vinci. Beberapa sarjana menggambarkan Michelangelo sebagai seniman terhebat di usianya dan bahkan sebagai seniman terhebat sepanjang masa.

Sejumlah karya lukisan, patung, dan arsitektur Michelangelo termasuk yang paling terkenal yang pernah ada. Karyanya di bidang ini sangat luar biasa, apalagi mengingat banyaknya korespondensi, sketsa, dan kenang-kenangan yang masih ada, dia adalah seniman dengan dokumentasi terbaik di abad ke-16.

Dia memahat dua karyanya yang paling terkenal, Pietà dan David, sebelum berusia tiga puluh tahun. Meskipun memiliki pendapat yang rendah tentang lukisan, ia juga menciptakan dua lukisan dinding paling berpengaruh dalam sejarah seni Barat: adegan dari Kejadian di langit-langit Kapel Sistine di Roma, dan Penghakiman Terakhir di dinding altarnya.

Desain Perpustakaan Laurentian memelopori arsitektur Mannerist. Pada usia 74 tahun, ia menggantikan Antonio da Sangallo the Younger sebagai arsitek Basilika Santo Petrus. Dia mengubah rencananya sehingga ujung barat selesai dengan desainnya, seperti juga kubahnya, dengan beberapa modifikasi, setelah kematiannya.

Michelangelo adalah seniman Barat pertama yang biografinya diterbitkan saat dia masih hidup. Faktanya, dua biografi diterbitkan selama hidupnya. Salah satunya, oleh Giorgio Vasari, mengatakan  karya Michelangelo melampaui karya seniman mana pun yang hidup atau mati, dan “yang tertinggi tidak hanya dalam satu seni, tetapi dalam ketiganya”.

Dalam hidupnya, Michelangelo sering disebut Il Divino (“yang ilahi”). Orang-orang sezamannya sering mengagumi terribilità — kemampuannya untuk menanamkan rasa kagum. Upaya seniman berikutnya untuk meniru gaya Michelangelo yang penuh semangat dan sangat pribadi menghasilkan Mannerisme, gerakan besar berikutnya dalam seni Barat setelah High Renaissance.

Salah satu karya paling populer dari Michelangelo adalah Sistine Chapel ceiling atau Langit-langit Kapel Sistine. Lukisan yang dilukis kisaran tahun 1508 dan 1512 ini berada pada kubah tong pipih yang ditopang pada dua belas tiang penopang segitiga yang muncul dari antara jendela kapel.

Tugasnya, seperti yang direncanakan oleh Paus Julius II, adalah untuk menghiasi pendentives dengan sosok kedua belas rasul. Michelangelo, yang enggan mengambil pekerjaan itu, membujuk Paus untuk memberinya kebebasan dalam komposisi tersebut.

Skema dekorasi yang dihasilkan memukau orang-orang sezamannya dan telah menginspirasi seniman lain sejak saat itu. Skema ini terdiri dari sembilan panel yang menggambarkan episode dari Kitab Kejadian, diatur dalam bingkai arsitektonis. Michelangelo mengganti para Rasul yang diusulkan dengan Nabi dan Sibyl yang menandai kedatangan Mesias.

Michelangelo mulai melukis dengan episode-episode selanjutnya dalam narasi tersebut, gambar-gambarnya termasuk rincian lokasi dan kelompok tokoh, the Drunkenness of Noah menjadi yang pertama dari kelompok ini.

Dalam komposisi selanjutnya, yang dicat setelah perancah awal dilepas, Michelangelo membuat figurnya lebih besar. Salah satu gambar sentral, Penciptaan Adam adalah salah satu karya paling terkenal dan paling banyak direproduksi dalam sejarah seni.

Panel terakhir, menampilkan Pemisahan Cahaya dari Kegelapan dengan gaya terluas dan dilukis dalam satu hari. Sebagai model Sang Pencipta, Michelangelo telah menggambarkan dirinya dalam aksi melukis langit-langit.

Nah, itulah sedikit kisah mengenai Michelangelo, seorang seniman yang memiliki banyak bakat dan karyanya sampai saat ini masih bisa kita nikmati dengan di beberapa musium yang ada di dunia.

Profil Delsy Syamsumar, Seniman Lukis Asal Medan

Delsy Syamsumar merupakan seorang pelukis yang lahir di Medan pada tanggal 7 Mei 1935 dan meninggal di Jakarta pada tanggal 21 Juni 2001 di umurnya yang ke 66 tahun.

Ia merupakan seorang pelukis Neoklasik Indonesia yang berasal dari Sungai Puar, Sumatera Barat. Pelukis ini sudah menampakkan bakat melukisnya sejak usianya 5 tahun.

Saat perang revolusi keluarganya memilih tinggal di Bukittinggi. Delsy melalui sekolah dasar dan menengah umum bahkan pendidikan agama Islam, ia selalu menonjol dalam pelajaran seni lukis dan menjadi juara pertama pada setiap sayembara di sekolah sekolah di Sumatera Barat.

Pada usia 17 tahum Delsy telah mampu melukis komik sejarah dan karangannya sendiri yang ia kirim sendiri per pos ke majalah ibukota.

Karyanya seperti komik “Mawar Putih” tentang “Bajak Laut Aceh” dimuat di majalah “Aneka” telah membuatnya terkenal di seluruh Indonesia pada usia yang sangat muda.

Jika para perantau Minang biasanya cenderung mengadu nasib sebagai pedagang, maka berbeda dengan bocah Delsy ini yang di panggil ke Jakarta oleh penerbit dengan fasilitas cukup.

Atas adanya kepastian itu Barulah ibunya mau melepas Delsy dan menginginkan anaknya tersebut menjadi “pelukis terkenal” seperti Raden Saleh dan Basuki Abdullah. Delsy sejak di SD sudah dibelikan cat minyak oleh ayahnya seorang yang pengukir Rumah Gadang.

Meskipun Delsy dikenal sebagai sosok seorang pelukis komik sejarah,illustrator, wartawan masmedia dan penata artistik di berbagai banyak Film nasional,namun ia tidak meninggalkan kanvas dan cat minyak.

Ilustrasinya banyak mendapat sambutan literature-literatur seni di Australia dan Perancis sebagai pembuat kartun di beberapa masmedia dan cover cover novel Indonesia serta di perfilman sebagai Art Director senior.

Ia sebagai seorang Art Director Film sempat meraih penghargaan pada Festival Nasional dan Asia. Disanggarnya selain ia mendidik pelukis pelukis muda berbakat juga membimbing mereka menjadi tenaga perfilman handal (peraih Piala Film dan Sinetron).

Pameran tunggal Delsy pada tahun 1985 di Balai Budaya dianggap sebagai peristiwa seni nasional karena gaya cat minyaknya selaras membawakan ilustrasinya yang telah terlebih dahulu dikenal, ekspresif dan ekstensial dan selalu mudah di ingat orang (pengamat Seni Rupa Agus Darmawan T. dalam “Suara Pembaharuan”).

Khas lukisan Delsy banyak dianggap terletak pada kemahirannya melukiskan wanita. Namun sebenarnya kemampuan melukiskan ekspresi dan gerak tokoh – tokohnya yang komunikatif dengan pemandangan karyanya.

Namun dalam melukiskan wanita, pengamat karyanya itu mengambil kesimpulan bahwa anatomi wanita – wanita dalam kanvas Delsy bagai menemukan “medan yang tepat dan kuat” menangkap daya hidup.

Sudut pandang lukisan Delsy terkadang filmis, karena mungkin kehidupannya sebagai orang film mempengaruhinya.

Komposisi penuangan karya – karyanya apik dan enak dipandang bagaikan sudut pengambilan gambar lewat kamera.

Pemeran tunggal Delsy pernah diadakan di Hotel Indonesia, Gedung Kesenian Jakarta. Lukisan karyanya pernahh tercatat sebagai lukisan termahal yang terjual pada Pameran bersama pelukis – pelukis ternama Indonesia di Gedung Kesenian Jakarta.

Dan pada pameran-pameran bersama di Balai Budaya saat pra reformasi, lukisan-lukisan Delsy selalu mencatat rekor sebagai lukisan yang paling banyak diminati para kolektor lukisan. Pada tahun 1992 ia juga sempat melakukan pameran bersama dengan Basuki Abdullah.

Dunia film telah membenamkan Delsy cukup lama dalam kreatifitasnya dan puncaknya menjadi Art director di beberapa film legenda Indonesia, antara lain “Saur Sepuh”.

Terlalu lama mendalami dunia film yang bertema legenda sejarah mendorong kreativitas Delsy di dalam banyak lukisan yang bertemakan legenda dan sejarah, termasuk di dalamnya merekam sejarah perjuangan bangsa Indonesia disekitar tahun 1945.

Karyanya antara lain: Sentot Alibasya Prawiradirdja (cergam), Gadjah Mada (Cergam), Christina Maria Tiahahu (cergam) dan beberapa lukisan yang menggambarkan Heroisme Cut Mutia, Kereta Api terakhir Yogyakarta, Sepasang mata bola, Dapur Umum dan karya terakhirnya pada tahun 2000 “Gelar Perang Sentot Alibasya Prawiradirdja” cukup kolosal.

Itulah sekilas informasi mengenai Delsy Syamsumar. Semoga artikel ini dapat berguna dan bermanfaat.

Pelukis Palet Asal Bangyuwangi Meninggal Dunia

Kabar duka kembali menyelimuti dunia seni rupa tanah air, di mana seorang pelukis yang merupakan pelopor Seni Lukis Palet asal Banyuwangi, Mozez Misdy, meninggal dunia.

Mozes Misdy sendiri sudah bukan nama asing di dunia seni rupa, di mana karya-karyanya sudah dikenal ke berbagai sudut Indonesia.

Pria yang sudah menginjakkan kakinya di usia ke 83 tahun ini wafat di RSI Fatimah, Banyuwangi, pada pukul 02.30 WIB. Mozes kini sudah dimakamkan di Kecamatan Gambiran.

Warga Desa Ketapang ini tentu memberikan duka yang mendalam untuk para perupa dan juga warga Banyuwangi. Dia merupakan sosok yang dikenal sering kali membina banyak pelukis yang ada di Banyuwangi yang saat ini tengah mencoba bangkit.

Bupati Banyuwangi pun turut menyampaikan rasa duka citanya. Beliau menyampaikan, kalau Mozes adalah pelopor pelukis yang membantu perkembangan seni lukis di Indonesia dengan mengenalkan seni lukis palet.

Pelukis Palet

Teknik palet adalah teknik yang tidak menggunakan kuas, di mana untuk menghasilkan karya lukis ini, pelukis menggunakan pisau palet.

Khas yang ada di dalam teknik ni membuat penikmat dari lukisan seperti melihat hasil lukisan 3Dimensi karena terdapat tonjolan seperti relied yang berasal dari olesan pisau palet.

Duka dari kepergian Mozes juga dirasakan oleh seniman lainnya, yaitu Imam Maskun, Ketua Langgar Art. Beliau mengaku kalau Mozes sagat berjasa dalam kebangkitan seni rupa yang ada di Banyuwangi.

“Beliau adalah orang yang sederhana. Dan selalu membimbing pelukis juniornya menciptakan karya lukis yang mempesona,”

Imam juga mencoba memberikan semangat untuk para pelukis di Banyuwangi untuk tetap bisa bangkit ditengah pandemic Covid-19 ini. Sekarang terdapat beberapa pameran yang dilakukan di berbagai hotel dan juga destinasi wisata yang ada di Banyuwangi.

Sejak muda Mozes Misdy sudah akrab dengan kesenian seni rupa, dia gemar untuk melukis dan membuat dirinya menjadi salah satu pelukis yang diperhitungkan di Indonesia.

Pelukis Asal Bangyuwangi Meninggal

Beliau tidak pernah sekali pun mengenyam pendidikan seni rupa, namun kualitas, teknik, dan goresan dari tangannya tidak kalah dari para pelukis tersebut.

Semoga kedepannya, di Indonesia akan semakin banyak pelukis yang mengikuti jejak Mozes dalam mengembangkan seni lukis di Indonesia.

KISAH DI BALIK SENIMAN LUKIS HEBAT, JACKSON POLLOCK

Para seniman Indonesia pasti sudah tahu ada salah satau pelukis ternama di dunia yang hebat dan plaing terkenal yaitu Jackson Pollock. Ia terkenal dengan aliran lukisan abstrak dengan metode yang unik. Pria berkelahiran pada 28 Januari 1912 ini, memiliki karya-karya yang sangat luar biasa dengan harga jual yang sangat tinggi karena nilai estetika seninya pun tinggi.

Saat ini Jackson sudah menjadi pelukis terkenal di dunia tapi mungkin ada sesuatu di balik kehidupannya yang mungkin kalian atau para seniman lainnya tidak tahu. Berikut adalah ulasannya…

Sebelum menjadi orang hebat dan sukses, setiap orang pasti selalu melewati berbagai proses manis dan pahitnya kehidupan. Sama halnya seperi Jackson, dimana ia selalu mendapat ejekan pada lukasinnya. Karena gambarnya yang abstrak, membuat banyak kritikan dan hinaan yang ia dapatkan. Sampai-sampai salah satu ahli seni yaitu Robert Coates menilai bawah lukisannya yang Jackson buat itu tak ada arti dan nilainya sama sekali. Menurutnya, lukisan abstrak tak memiliki objek acak-acakan dan tidak jelas. Disisi lain, salah satu karya yang Jackson buat mendapat pujian dan menjadi lukisan terbaik oleh Clement Greenberg selaku kritikus seni.

Jackson juga memiliki metode lukis yang unik dimana ia melakukannya dengan cara Drip Painting atau meneteskan cat di kanvas secara acak. Dengan demikian, ia sering disebut dengan Jack The Dripper. Ia pun melakukan drip painting dengan menggunakan berbagai alat, seperti kuas, jarum, tongkat dan masih banyak yang lainnya. Meskipun begitu, ia pun berhasil membuat karya yang luar biasa. Teknik seperti ini pun butuh waktu yang cukup lama dan ketelitian dalam pengerjaannya. Meskipun terkesan gampang, namun sebenarnya ada teknik khusus untuk bisa menghasilkan tetesan cat yang bernilai. Bahkan metode seperti ini butuh media atau kanvas dengan ukuran yang sangat besar.

Bagi kamu yang mungkin kurang mengeri seni lukis atau bukan bidangnya, jika melihat karya-karya dari seorang Jackson Pollock akan berpikir bahwa lukisan ini sangat berantakan dan gak jelas. Tapi jika diperhatikan secara lebih detail, lukisannya memiliki pola yang berulang dan dibuat semakin halus, belum lagi terdapat pola geometrsi yang diulang berkali-kali sehingga membuat nilai seninya semakin tinggi. Bahkan salah satu lukisan yang ia buat pernah ditawar hingga 50 juta USD atau sekitar 680 miliar. Kok bisa ya?

Meskipun karirnya sudah sukses dan dikenal banyak orang, tapi Jackson memiliki kepribadian yang tertutup alias anti sosial. Karena banyaknya rumor negative yang beredar tentang dirinya membuat ia menjadi orang yang lebih terutup dan menarik dirinya punya tak banyak bergaul pada kehidupan sosial. Jackson pun merupakan pecandu alkohol sejak masih berada di bangku SMP.

Ia pun sempat berhenti untuk tidak minum dan keluar dari dunia seperti itu, namun ternyata gak bertahan lama dan ia pun kembali ke kebiasaan buruknya yang membuat produktivitasnya sebagai pelukis menjadi menurun. Alhasil, ia pun tak banyak membuat karya-karya lagi.

Saat berada di puncak kesuksesan karirnya pun, ia harus menghembuskan nafas terakhir pada 11 Agustus 1956 di usianya yang 44 tahun. Karena kecelakaan yang dialaminya membuat ia harus kehilangan nyawa dan lagi-lagi banyak yang mengatakan bahwa itu semua di sebabkan karena pengaruh alkohol dan mengemudi sendiri.

Namun beberapa bulan setelah kematiannya, sebagian karya dari Jackson dipajang di Museum of Modern Art New York, sebagai tanda penghormatan dan apresiasi atas karya-karyanya yang luar biasa.

Nah itulah kisah dibali kehidupa seolah pelukis abstrak terkenal, Jackson Pollock, kira-kira kalian ingin bahas kita siapa lagi guys?

SENIMAN LUKIS INDONESIA YANG MENDUNIA

Indonesia tak hanya memiliki kekayaan alam yang sangat besar, tapi penduduknya pun punya potensi yang baik. Seperti yang sudah kita tahu bahwa Indonesia punya orang-orang hebat di berbagai bidangnya dan salah satu yang patut di banggakan adalah dari dunia seni. Seni pun banyak sekali macamnya dan biasanya kita sebut dengan seniman, sebagai orang yang ahli pada bidang seni tertentu.

Bukan hanya menjadi orang hebat, tapi karyanya sudah mendunia dan mendapatkan apresiasi yang lebih terhadap karya-karyanya. Malah seniman yang terkenal ini usianya terpaut masih muda loh, meskipun banyak juga seniman senior lainnya yang gak kalah terkenal.

Untuk itu kita akan bahas seniman lukis Indonesia yang sangat mendunia, kira-kira siapa saja ya?

1.Naufal Abshar

Naufal Abshar merupakan seorang seniman lukis asal Indonesia berkelahiran pada 13 Juli 1993. Ia menempuh pendidikan seni di Lasalle College of the Art, Singapura. Dengan beigtu ia pun pernah mengadakan pameran lukis di Singapura bertema ‘Is This Fate’ yang  diawasai oleh pengamat seni dari Israel. Gaya dari setiap lukisannya selalu mengusung komedi dan humor, karena ia ingin siapapun yang menikmati karyanya bisa ikut tersenyum.

Semua karyanya pun sangat unik, bahkan kebanyakan karyanya sudah dibeli oleh para kolektor asal luar seperti Afrika Selatan, Perancis, Spanyol dan Singapura.

2.Bayu Santoso

Bayu Santoso

Pria berkelahiran 16 September 1994 ini berhasil membuat karya yang luar biasa dan terkenal di dunia. Ia pernah mengikuti sebuah kompetisi yang dibuat oleh Maroon 5 untuk membuat desain cover albumnya. Tak di sangka, ia bisa memenangkan kompetisi tersebut dan mengalahkan peserta lainnya.

Dalam lukisannya ia memiliki ciri khas dimana selalu mencampurkan dua budaya antara nusantara dan barat. Pada karyanya itu, iya membuat objek harimau yang sangat indah dan sangat mendetail, akhirnya pria lulusan dari Institut Seni Indonesia ini bisa memang dalam kompetisi tersebut.

3.Roby Dwi Antono

Roby Dwi Antono

Roby merupakan pelukis dengan aliran pop surealis yang selalu mengkombinasikan antara mimpi dan imajinasinya. Setiap karya yang dihasilkannya selalu menakjubkan dan berbeda dari yang lain, karena ia pun selalu memasukin unsur melankolis. Sehingga detail dari setiap lukisannya terkadang terlihat menyeramkan namun memiliki arti yang mendalam.

Sama seperti Naufal, Roby pun pernah mengikuti pameran bergensi di Tokyo, Filipina dan Singapura.

4.Darbotz

Darbotz

Berbeda dengan seniman sebelumnya, dimana Darbotz ini merupakan pelukis mural atau yang sering disebut dengan pelukis dinding. Bukan asal menggambar biasa, tapi keahliannya itu bisa membuatnya terkenal di luar negeri. Bahkan beberapa karyanya pernah di tampilkan pada pameran Internasional seperti di Hongkohng, Perancis, Singapura dan Australia.

Ia pun pernah berkolaborasi dengan salah satu bran sepatu terkenal yaitu DC Shoes. Bahkan ada desain yang ia buat dan sudah laku habis di Brazil dan Jepang.

5.Sinta Tantra

Sinta Tantra

Kali ini ada seniman yang berasal dari Bali yang sudah bisa memperkenalkan karya ke Mancanegara. Ia menjadi salah satu seniman lukis dengan konsep 3 dimensi. Salah satu karyanya yaitu dimana ia membuat lukisan pada jemabtan yang ada di London tepatnya diatas Sungai Thames.

Ia pun selalu di undang untuk membuat karya seni public ataupun ataupun untuk mengikuti berbagai pameran internasional. Bahkan banyak tempat-tempat public yang pernah ia desain seperti London Borough pf Camden dan Brisbol Royal Childrens Hospital

Itulah 5 seniman lukis Indonesia yang sudah mendunia dengan karya-karya yang luar biasa!

MARI MENGENAL PELUKIS TERKENAL DELSY SYAMSUMAR YUK!

Delsy Syamsumar merupakan seorang pelukis terkenal dari Indonesia yang lahir di Sumatera Barat. Ia lahir di Medan, 7 Mei 1935 dan meninggal di tahun 2001.

Bakatnya itu muncul ketika Delsy berumur 5 tahun, dimana ia sangat senang untuk melukis. Ketika masuk sekolah pun, ia selalu mendapat penghargaan dan bakatnya yang menonjol di setiap pelajaran seni. Tak lupa, Delsy pun sering kali memenangkan perlombaan dari sayembara yang di lakukan di sekolah.

Memasuki usia 17 tahun, ia pun sudah bisa membuat komik dan ia mengirimkan karyanya ke ibukota. Pada waktu itu, para remaja Indonesia pun tahu mengenai karya-karyanya yang selalu muncul di majalah. Sejak saat itulah ia dipanggil oleh sebuah penerbit untuk tinggal di Jakarta dengan  fasilitas yang sudah di sediakan. Niat baiknya itu ternyata di dukung oleh ibunya yang ingin anaknya menjadi pelukis terkenal.

Sejak dulu, Delsy selalu melukis di atas kanvas menggunakan cat minyak. Namun saat merantaunya ia ke Jakarta, ia malah menjadi pelukis komik, illustrator dan menjadi wartawan. Aliran lukisan yang ya pegang yaitu neoklasik. Delsy pun terkenal dan masuk menjadi pelukis terbaik di Asia tenggara karena sangat multitalenta.

Delsy sangat jago untuk melukis tentang wanita, tapi ia pun sering melukis tentang tokoh-tokoh terkenal. Alasan mengapa wanita selalu dijadikannya sebagai objek karena anatomi wanita yang tepat.

Karya-karyanya pun punya nilai yang tinggi dan selalu membuat orang-orang terpana, karena memang Delsy bukanlah orang sembarangan dan selalu disiplin dalam menjalani suatu hal. Bahkan ia pun pernah mendapatkan penghargaan menjadi Art Director terbaik di Asia dalam film ‘Holiday in Bali’ pada Festival film Tokyo. Karena pada saat itu, ia sudah menjadi penata artistik dan tenaga pada dunia perfilman. Meskipun begitu, ia tetap melakukan hobby utamanya sebagai melukis dan selalu mengasah bakatnya di atas kanvas.

Pada suatu hari, Delsy pun membuat karya yang ternyata menjadi lukisan termahal yang dijual pada pameran lukisan bersama dengan pelukis terkenal lainnya seperi Affandi dan Basuki Abdullah. Di pameran tersebut yang di selenggarakan di Gedung Kesenian Jakarta, Desly pun dianggap menjadi pelukis legenda Indonesia karena lukisannya banyak diminati oleh para kolektor. Mengingat bahwa karyanya yang memiliki konsep selalu ekspresif dan mudah di ingat oleh para penikmatnya.

Namun di tahun 2001, ia harus menghembuskan nafas terakhirnya tepat pada 21 Juni. Beliau pun meninggalkan 5 orang istri dan 9 orang anak. Meskipun sudah meninggal, namun namanya selalu di kenang oleh kalangan seniman ditambah lagi bakatnya yang sangat banyak sehingga membuat kebanggaan tersendiri bagi keluarga yang di tinggalkan.

Namanya pun sudah terkenal di dunia perfilman karena dan yang paling terkenal yaitu ‘Saur Sepuh’. Karena ia bisa mendalami bidang papun termasuk dunia perfilman, membuat dirinya bisa lebih kreatif dalam melukis. Bahkan ia pun bisa merekam perjuangan bangsa Indonesia saat sedang di jajah ke dalam kanvasnya. Dari situlah ia banyak melukis tokoh-tokoh pahlawan bangsa yang telah gugur seperti Gadjah Mada, Senont Alibasya Prawiradirdja, Cut Mutia, Christina Maria Tiahahu, Dapur umum, Kereta Api terakhir Yogyakarta dan masih banyak yang lainnya.

Itulah sedikit rangkuman biografi terhadap salah satu pelukis terkenal di Indonesia. Ada yang kalian ketahui lebih banyak lagi tentang beliau? Tulis di kolom komentar ya!